Pages

Orang Indonesia Kian Pendek dan Gemuk

Senin, 19 September 2011

Manfaat XAMthone
Pola konsumsi makanan yang tak berimbang menyebabkan struktur tubuh anak-anak Indonesia semakin tidak ideal. Jika tidak segera diatasi, karakter fisik manusia Indonesia ke depan adalah pendek dan gemuk.

"Tubuh pendek terkait kondisi ekonomi, sedangkan gemuk berhubungan dengan pola makan seseorang," kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Minarto dalam Seminar Gizi Lebih: Ancaman Tersembunyi Masa Depan Anak Indonesia di Jakarta.

Data Direktori Pengembangan Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan 2009 menunjukkan, konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia baru mencapai 60 persen dari jumlah yang dianjurkan. Badan pendek disebabkan kurangnya asupan pangan hewani. Adapun kegemukan terjadi karena kelebihan konsumsi makanan yang mengandung minyak dan lemak serta padi-padian.

Berdasarkan penelitian Atmarita dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan pada 2010, tinggi badan anak laki-laki Indonesia pada umur 5 tahun rata-rata kurang 6,7 sentimeter dari tinggi yang seharusnya, sedangkan pada anak perempuan kurang 7,3 sentimeter. Anak umur 5 tahun seharusnya memiliki tinggi badan 110 sentimeter.

"Kurangnya konsumsi pangan hewani akan membuat kurangnya sejumlah zat gizi mikro yang menjadi kebutuhan dasar tumbuh kembang anak," kata Minarto. Konsumsi pangan hewani tidak dapat digantikan jenis bahan pangan lain. Jenis pangan ini dapat diperoleh dari daging, aneka jenis ikan, dan telur.

Kasus kegemukan meningkat
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2010, prevalensi kegemukan anak balita Indonesia mencapai 14 persen, dengan rincian prevalensi 14,9 persen dari keluarga kaya dan 12,4 persen dari keluarga miskin. Jumlah anak balita kegemukan meningkat karena survei serupa pada 2007 menunjukkan prevalensi anak balita kegemukan baru 12,2 persen. Kasus kegemukan paling banyak terjadi tahun 2010, yaitu di Jakarta dengan 19,6 persen.

Dosen Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan anggota Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, Saptawati Bardosono, mengungkapkan, penumpukan lemak pada pinggang, yang biasanya dialami orang dewasa, kini semakin banyak terjadi pada anak-anak.

Selain akibat pola makan yang keliru, yaitu banyaknya konsumsi susu dan makanan manis, kegemukan juga disebabkan kurangnya aktivitas fisik karena anak terlalu banyak menonton televisi dan berkegiatan di dalam rumah yang sempit. Salah jika ada anggapan yang mengatakan bahwa anak gemuk adalah anak yang lucu dan sehat. 

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Rini Sekartini, menambahkan, kegemukan meningkatkan risiko penyakit terkait jantung dan pembuluh darah, diabetes, kanker, kelainan otot, serta kelainan pernapasan. Sumber : Kompas Cetak (MZW).

Tips Meninggikan badan:

Berikut adalah beberapa tips mengoptimalkan pertumbuhan / Cara Meninggikan Badan yang perlu dicoba, apalagi untuk remaja usia 8-16 tahun yang mengalami pertumbuhan dengan cepat.
1. Perbanyak olahraga dan aktifitas berdiri.
Olahraga yang baik untuk menambah tinggi badan diantaranya basket, berenang, jogging, loncat tali dan lain-lain. Olahraga tersebut dapat menstimulasi fisik sehingga pertumbuhan tinggi badan menjadi optimal.
2. Cukupi asupan nutrisi dan vitamin.
Gizi yang cukup akan sangat membantu. Kalau bisa usahakan mengonsumsi 4 sehat 5 sempurna tiap hari. Atau kalau nggak setidaknya selalu sediakan menu sayuran terutama yang mengandung zat besi dan kalsium dalam menu makanmu. Seperti bayam, sawi dan lain-lain. Cukupi pula kebutuhan protein harian yang bisa didapat dari tempe, telur, daging, atau kacang hijau. Jika susah untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi gunakan XAMthone plus. XAMthone lebih praktis dikonsumsi dan tidak membutuhkan porsi yang besar untuk mendapatkan kasiatnya. Jadi cukup dengan 2 sloki pagi setelah makan pagi dan 2 sloki menjelang tidur sudah memenuhi asupan gisi.
3. Minum susu berkalsium.
Minum susu segar atau susu alami. hindari susu kemasan yang kualitasnya masih diragukan.
4. Cukupi kebutuhan harian vitamin D
Vitamin D merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan tulang selain kalsium. Sumber vitamin D bisa diperoleh dari sinar matahari pagi maupun dari sumber makanan seperti Minyak ikan, susu, udang, Sereal, keju swiss, tiram, telur, salmon, jeruk, dll.
4. Istirahat yang cukup.
Beraktifitas memang baik bagi kesehatan tapi jika berlebih malah nggak baik nantinya. Usahakan tidur 8 jam sehari, dan hindari begadang. Karena saat tidur itulah tubuh memproduksi banyak hormon pertumbuhan dan tubuh mulai berkembang dengan pesat.
5. Perbanyak referensi cara meninggikan badan dari berbagai sumber yang terpercaya tapi awas tertipu dengan produk peninggi badan palsu.
6. Jangan berolahraga angkat berat pada usia pertumbuhan, bila ingin fitness dan mencoba latihan angkat beban lakukan saat pertumbuhan tinggi badan sudah berhenti yaitu pada usia 16 pada anak perempuan dan usia 18 pada anak laki-laki. Tapi tiap-tiap orang bisa berbeda.
7. Hindari makanan yang mengandung pestisida
Karena menurut suatu penelitian di spanyol, penggunaan pestisida seperti DDT dikatakan bisa menghambat pertumbuhan. Apabila anda membeli sayuran atau buah cucilah terlebih dahulu sampai bersih meskipun tampilannya bersih supaya pestisida yang menempel bisa terbawa air.
8. Jangan lupa Berdo’a
Setelah melakukan banyak ikhtiar, jangan lupa untuk berdo’a pada zat yang memberi kita kehidupan yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

PESAN DISINI

Hubungi: GUS EKA
telp: 082 339 449 256
sms: 085 738 133 505

Blogroll

<Nama Anda disini><daerah jangkauan anda>
<No Telp/HP yang bisa dihubungi><website (jika ada)>

Most Reading