Pages


Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri komplikasi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri komplikasi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

diabetes mellitus dan makanan untuk penyakit diabetes

Selasa, 03 Agustus 2010


Diabetes Mellitus-Penyakit diabetes melitus (DM) atau penyakit kencing manis merupakan penyakit yang sudah tidak asing ditelinga kita. Penyakit ini banyak diderita tua dan muda yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah yang disebut sebagai hiperglikemia. Kekurangan insulin dalam tubuh mengakibatkan manusia mengidap penyakit ini.


Menurut ahli ada tiga jenis penyakit kencing manis yang dikelompokkan berdasarkan sifatnya;

1.   DM yang bergantung kepada insulin (tipe 1)
2.   DM yang tidak bergantung kepada insulin (tipe 2)

3.   Penderita DM yang berhubungan dengan kekurangan nutrisi.


Pada umumnya penyakit diabetes melitus ini terjadi karena tidak berfungsinya sebagian atau keseluruhan organ pankreas yang seharusnya menghasilkan zat insulin, sehingga terjadilah kekurangan insulin. Selain itu dapat pula terjadi dikarenakan adanya gangguan fungsi pada saat masuknya glukosa ke dalam sel manusia yang disebabkan oleh obesitas atau kegemukan. Insulin memiliki fungsi untuk mengatur glukosa pada tubuh untuk berubah menjadi energi dan menyimpan sisanya di hati serta otot.


Gejala dari DM adalah 3-poli ditambah gejala lain:

ü  Banyak kencing (poliuria).

ü  Haus dan banyak minum (polidipsia),

ü  Lapar (polifagia).

ü  Letih, lesu.

ü  Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya


Komplikasi dari DM sangatlah beragam tergantung organ mana yang terkena. Secara garis besar dapat digolongkan menjadi komplikasi pada pemuluh darah besar, pembuluh darah kecil dan komplikasi pada saraf. Contoh komplikasi pada pembuluh darah besar adalah penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, dan stroke. Sedangkan komplikasi pembuluh darah kecil misalnya gangguan pada ginjal sampai gagal ginjal ( nefropathy), gangguan pada mata sampai kebutaan (retinopathy), dan komplikasi pada saraf misal rasa kesemutan sampai lumpuh total.


Penatalaksanaan DM terutama tipe 2, tidak hanya dengan obat-obatan tetapi yang terpenting adalah perubahan pola hidup penderita DM yang meliputi pola makan dan olahraga.


POLA MAKAN

Pola makan yang tepat adalah 3-J (Jumlah, Jenis, Jadwal) dengan kalori terkontrol, jenis beragam tidak monoton dan jadwal makan 6kali sehari untuk mencegah terjadinya penurunan atau kenaikan gula darah yang tiba-tiba. Jadwal dan jumlah kalori tersebut adalah sebagai berikut:

Makan Pagi (Pukul 06.00-06.30 WIB)

Snack/makanan selingan pagi (pukul 09.00-09.30)

Makan Siang (Pukul 12.00-13.00 WIB)

Snack/makanan selingan sore (pukul 16.00-16.30)

Makan Malam (Pukul 18.30-19.00 WIB)

Snack/makanan selingan malam (pukul 21.00-21.30)


Jenis makanan dapat beragam, akan tetapi ada beberapa makanan yang disarankan oleh Asosiasi Diabetes Amerika (American Diabetes Association/ADA). Penderita DM dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dari whole grain, buah-buahan, sayuran, serta susu rendah lemak. Selain itu, dianjurkan kalau 60-70% dari asupan kalori sebaiknya berasal dari karbohidrat dan lemak tunggal tidak jenuh (canola oil, minyak zaitun, minyak kacang, alpukat dan kacang-kacangan), dan 15-20% asupan kalori dari protein. Asupan kolesterol juga harus dibatasi, yaitu kurang dari 300 miligram dan meminimalkan asupan lemak trans.


Berikut beberapa makanan lain yang dianjurkan:

Ø  Oat dan kedelai. Oat mengandung serat larut dalam air yang berfungsi memperlambat penyerapan gula ke dalam darah serta mengurangi kolesterol darah.

Ø  Kacang polong, buncis dan kacang panjang. Makanan ini kaya serat larut dan meningkatkan kadar gula darah secara perlahan. Selain itu, jenis kacang-kacangan ini bisa menjadi sumber karbohidrat, protein dan serat yang baik.

Ø  Apel, pir, aprikot, cherries, jeruk, buah persik dan plum. Jenis buah-buahan ini menyediakan serat larut dan melepaskan gula ke aliran darah secara perlahan. Buah ini bisa menjadi pilihan kudapan yang baik bagi pengidap diabetes.

Ø  Pasta, ubi jalar, dan roti gandum. Jenis makanan ini melepaskan energi secara perlahan serta bisa menjadi sumber karbohidrat yang baik bagi pengidap diabetes.

Ø  Roti whole grain, beras merah, pasta whole meal dan sarapan whole grain. Semua makanan ini kaya serat tidak larut. Selain itu, makanan ini juga mengandung seng dan chromium yang berfungsi menguatkan kerja insulin.

Ø  Yogurt rendah lemak dan susu skim. Kedua produk ini mengandung kadar lemak jenuh dan kadar lemak total yang sangat rendah. Produk ni juga menyediakan karbohidrat, protein dan kalsium.

Ø  Daging merah rendah lemak, unggas tanpa kulit, ikan dan tahu. Makanan ini bisa menjadi pilihan sumber protein yang rendah lemak. Membatasi asupan lemak bisa mencegah penambahan berat badan dan mengurangi risiko peningkatan kolesterol dalam darah.

Ø  Makarel, salmon dan sarden. Jenis ikan ini kaya asam lemak omega-3 yang diyakini bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

Ø  Biji rami dan labu. Biji-bijian ini juga mengandung asam lemak omega-3.

Ø  Buah dan sayuran. Buah dan sayur merupakan makanan yang kaya kalium. Kekurangan kalium bisa menyebabkan intoleransi glukosa. Selain itu, sayur dan buah juga rendah kalori dan menyediakan berbagai antioksidan, vitamin, mineral, dan fitonutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh


OLAHRAGA

Olahraga yang disarankan adalah olahraga yang tidak terlalu berat dengan tetap memperhatikan kemampuan penderita. Yang harus diperhatikan adalah


A. Jenis Latihan

Disarankan melakukan aerobik 30 menit sampai 60 menit, temasuk fase pemanasan dan pendinginan, dilakukan 2-3 kali perminggu. Latihan aerobic harus dihentikan bila frekuensi jantung meningkat sampai 60-70% dari sebelum olahraga. Latihan harus melibatkan otot utama tubuh. Selama berolahraga harus diperhatikan jangan sampai mengalami dehidrasi. Bila gula darah < 100 mg/dl atau berada > 250 mg/dl sebaiknya jangan berolahraga dulu sampai gula darah terkontrol berada antara 100-250 mg/dl.


B. Intensitas latihan

Intensitas latihan yang dilakukan adalah latihan sedang seperti jalan santai, renang, aerobic ringan, sepeda santai dan lain-lain. Latihan ini bertujuan membakar kalori minimal 1000 kkal/minggu.


Saran untuk membantu penyembuhan penderita DM dengan produk XAMthoneplus
1.   Mulberry tea Brian (A2), membantu membuang racun dan zat yang tidak diperlukan dalam tubuh (detoxifikasi)-3x sehari, 1 sachet.
2. MGL Capsule (B6), membantu memelihara kesehatan ginjal dan mengembalikan fungsi pankreas untuk menghasilkan insulin secara alami.-3x sehari 3 kapsul.
3.    XAMthoneplus  (B15), menjaga ke 5 organ vital (paru-paru, hati, ginjal, limpa dan jantung) supaya memiliki kerja optimalnya. Sinergi ke 5 organ membuat tubuh terhindari dari penyakit.-2xsehari 30mL (setelah makan pagi dan malam menjelang tidur).

Kombinasi produk disesuaikan dengan bagan polaritas 5 unsur alam.

Catatan:

  1. Pasien yang sudah menggunakan obat yang diberikan dokter tetap dikonsumsi sambil secara intensif checkup kadar gula darah. Secara perlahan mengurangi konsumsi obat dari dokter untuk menghindari komplikasi karena pemakaian obat sintesis dalam waktu yang relatif lama dapat merusak ginjal.
  2. Selama dalam perawatan rutin minum air (tidak perlu banyak), misal setiap 10 menit minum 3-5 teguk untuk menghindari dehidrasi.


Ada apa dengan diabetes?

Rabu, 05 September 2012


tentang diabetes
Organ utama yang rusak pada penderita diabetes adalah pankreas. Pankreas berfungsi sebagai penghasil insulin. Insulin berfungsi untuk membuka pintu-pintu sel tubuh agar nutrisi, air dan oksigen yang dibawa oleh darah bisa masuk ke dalam sel. Atau dengan kata lain sel-sel tubuh mendapatkan makanan karena pintu mereka bisa dibuka oleh insulin.
Apa yang terjadi jika insulin tidak ada?
Betul sekali, sel-sel tubuh akan mati karena tidak mendapatkan makanan yang dibawa oleh darah. Salah satu makanan tersebut adalah gula glukosa yang didapatkan dari terigu, nasi dan gula tebu. Akibat insulin tidak ada, tentu glukosa tidak bisa masuk ke setiap sel. Akhirnya glukosa menumpuk di dalam darah. Inilah yang dimaksud dengan kadar gula di dalam darah semakin meningkat (diabetes).
Anda bayangkan apa yang terjadi jika air dalam gelas diberi gula tebu terus menerus. Tentu air akan menjadi semakin kental. Begitu juga dengan yang terjadi dengan kondisi penderita diabetes.
Karena kadar gula tinggi maka darah akan menjadi semakin kental. Kekentalan darah ini lama kelamaan akan merusak pembuluh darah di semua organ tubuh. Anda pasti tahu organ tubuh kita seperti jantung dan ginjal terdiri dari sel dan pembuluh darah.
    Jadi ada 2 hal yang mengakibatkan kenapa penderita diabetes menderita komplikasi yang begitu rumit, yaitu :
  1. Sel-sel organ tubuh yang rusak akibat tidak dapat makanan. Jika itu terjadi pada kaki maka kaki yang terluka sulit sembuh. Jika terjadi pada ginjal maka ginjal akan rusak. Jadi jangan heran jika penderita diabetes ada yang harus menjalani cuci darah (hemodialisa)
  2. Pembuluh darah yang rusak akibat dari darah terlalu kental. Jika itu terjadi pada jantung maka akan terjadi jantung koroner. Jika pembuluh darah otak yang rusak maka akan terjadi stroke.
Tindakan pengobatan yang sudah ada baru sampai pada tahap perawatan agar TINGKAT GULA DARAH TETAP TERKONTROL. Itu pun tindakan pengobatan dengan obat-obatan kimia baru sebatas skenario agar kadar gula dalam darah menurun. Sedangkan kerusakan-kerusakan organ lain (komplikasi) belum bisa ditangani secara terpadu. Misalnya pada penderita dengan luka di kaki atau tangan dan bahkan kerusakan di pankreas.
Tindakan yang dilakukan biasanya berakhir pada amputasi. Belum lagi masalah komplikasi jantung koroner, gagal ginjal, kerusakan mata, kerusakan pankreas dan serangan stroke. Untuk menangani kerusakan-kerusakan tersebut harus dengan meregenasi sel-sel dalam tubuh. Satu-satunya cara yang ampuh memperbaiki dan menyembuhkan sel-sel organ tersebut.
Dan itu tidak bisa dilakukan dengan obat kimia. Yang bisa hanya dengan nutrisi yang diambil dari alam. Hanya dengan pemberian nutrisi ini harapan hidup penderita diabetes bisa lebih panjang karena kerusakan organ-organ tubuh lebih bisa diperkecil. Bahkan nutrisi yang berasal dari alam jika dikonsumsi secara teratur akan membantu memperbaiki sel-sel organ yang rusak sehingga bisa berfungsi normal kembali.
XAMthone terbukti sebagai insulin alami dan mampu meningkatkan proses regenerasi sel-sel yang rusak pada tubuh terutama dalam hal ini adalah pankreas. Yang dibutuhkan bagi penderita diabetes memang pengobatan yang simultan yaitu insulin dan perbaikan pankreas.

Cara mengobati diabetes(kencing manis) dengan xamthone plus


DIABETES MELITUS (KENCING MANIS) SEMBUH MINUM XAMTHONE PLUS

Cara mengobati Diabetes Melitus-Kencing Manis Dengan XAMthone Plus
Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis yang mempunyai jumlah penderita yang cukup banyak di Indonesia juga di seluruh dunia.
Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glokosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.
Penyakit yang akan ditimbulkan oleh penyakit gula darah ini adalah gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk / gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang bagi penderita yang parah bisa amputasi anggota tubuh karena pembusukan. Oleh sebab itu sangat dianjurkan melakukan perawatan yang serius bagi penderita serta melaksanakan / menjalani gaya hidup yang sehat dan baik bagi yang masih sehat maupun yang sudah sakit.

MENGAPA OBAT HERBAL DIABETES XAMTHONE PLUS BISA MEMBANTU MENYEMBUHKAN DIABETES ?

Buah manggis mengandung konsentrasi antioksidan yang tinggi, karbohidrat, dan serat. selain itu juga, kaya akan vitamins dan minerals. Karena sifat ini, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, sistem kekebalan tubuh, dan membantu tubuh untuk memerangi kekurangan dan penyakit secara alami.
Antara manggis dan diabetes keduanya telah dikaitkan untuk beberapa waktu dan diyakini bahwa buah manggis dapat membantu menurunkan tingkat gula darah. Menurut Dr Templeman, meskipun percobaan laboratorium uji coba manusia tidak cukup atau belum ada, dia yakin dengan hasil klinis bahwa xanthones (antioksidan ampuh yang ditemukan di pericarp dari manggis) bertindak untuk mengurangi resistensi insulin, yang rusak dalam diabetes tipe 2. Selain itu, Jerman memperlakukan neuropati perifer dengan antioksidan, dan semua menuju untuk komplikasi penderita diabetes akibat kerusakan radikal bebas. Oleh karena itu, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa kekuatan antioksidan manggis juga terlihat dalam hasil yang telah dilaporkan.
Menurut penelitian awal ini, manfaat lain dari jus manggis menunjukkan bahwa xamthone dapat melindungi terhadap penyakit Alzheimer, penyakit jantung, dan banyak penyakit lainnya. Bahkan beberapa dokter telah memberikan jus untuk pasien yang menderita infeksi, demam, diare, eksim, dan nyeri tubuh secara umum.

BERAPAKAH NILAI BESAR DARI MANGGIS BUAH TROPIS BAGI ORANG YANG MENDERITA DIABETES?

Jumlah antioksidan hadir dalam manggis menawarkan beberapa manfaat bagi penderita diabetes mellitus khususnya dalam meningkatkan sistem kekebalan dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Antioksidan kuat hadir dalam buah ini menunjukkan kuat untuk meningkatkan kontrol glukosa secara efektif pada pasien yang pankreas terus menghasilkan insulin. Antioksidan adalah molekul yang dapat dengan aman berinteraksi dengan radikal bebas dan dengan demikian mencegah kerusakan sel tubuh.

operasi amandel solusi terakhir?

Senin, 05 September 2011


Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dan sering membuat orangtua bingung. Tak jarang dokter dengan gampang menyarankan operasi pengangkatan amandel, padahal sebetulnya si anak cukup diobati infeksinya saja. Sebaliknya, kadang orangtua bersikukuh tidak mau amandel anaknya dioperasi. Padahal, jika tidak diangkat, amandel itu malah akan jadi sumber penyakit.
amandel pada anak


Dalam bahasa medis amandel disebut tonsil. Ia merupakan salah satu benteng pertahanan tubuh manusia, terutama ketika masih kanak-kanak. Pada usia itu, daya tahan tubuh masih lemah. Organ yang jumlahnya sepasang ini berada di rongga tenggorok, di kiri dan kanan belakang rongga mulut. Organ ini berada di garda paling depan, tugasnya menangkal kuman yang masuk dari mulut.



Selain amandel, di rongga tenggorok masih ada lagi benteng pertahanan tubuh, namanya adenoid. Letaknya di langit-langit atas rongga tenggorok, dekat saluran ke hidung. Fungsinya serupa dengan amandel, sebagai penangkal kuman yang masuk dari udara yang masuk ke saluran napas.



Dalam kedaan normal, sebetulnya di rongga mulut dan tenggorok terdapat banyak sekali kuman. Tapi kuman-kuman itu tidak sampai membuat si anak sakit asalkan daya tahan tubuhnya dalam kondisi baik. Ketika daya tahan tubuh menurun, kuman-kuman itu bisa menjadi ganas dan menyebabkan infeksi. Karena daya tahan tubuh anak-anak belum sekuat orang dewasa, mereka lebih mudah kena infeksi.



Saat terkena infeksi, amandel ini akan meradang. Jika si anak disuruh membuka mulutnya lebar-lebar, akan kelihatan amandelnya bengkak, warnanya memerah. Radang ini disertai dengan demam dan rasa nyeri di tenggorok, terutama saat menelan makanan.
Menurut panduan kesehatan Mayo Clinic, radang amandel paling banyak disebabkan oleh virus. Urutan kedua, bakteri. Dari deretan bakteri, yang paling sering menyebabkan infeksi adalah Streptococcus beta-haemolyticus grup A. Jika biang keladinya virus, pasien cukup memerlukan obat pereda nyeri, penurun panas, dan perawatan rumah. Infeksi akan sembuh dengan sendirinya setelah daya tahan tubuhnya membaik.



Tapi jika infeksi disebabkan oleh bakteri, pasien juga memerlukan antibiotik. "Radang amandel tidak selalu harus dioperasi bila ditata laksana dengan baik," kata Dr. dr. Jenny Bashiruddin, Sp.THT (K), pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.



Jenny menandaskan hal ini karena tak jarang dokter "main angkat" saja saat menghadapi pasien radang amandel. Ketika pasien dibawa ke rumah sakit, biasanya amandelnya memang kelihatan besar. Makanya kemudian dokter menyarankan operasi. Padahal, kata dokter yang praktik di RS Khusus THT Proklamasi, Jakarta ini, kondisi amandel yang membesar tidak bisa begitu saja dijadikan dasar melakukan operasi.



Pada saat serangan infeksi, wajar kalau amandel membengkak cukup besar karena memang sedang terjadi peradangan. Jika setelah infeksinya diobati ternyata amandelnya mengecil lagi dan pasien kembali sehat, berarti memang amandelnya tidak perlu diangkat. Istilah dokternya, "Belum ada indikasi untuk operasi."



Operasi adalah pilihan terakhir. Tindakan ini hanya direkomendasikan jika amandel telah berubah menjadi sumber penyakit, bukan lagi penangkal penyakit. Pada saat itu, tak ada pilihan lain, amandel harus diangkat.



Amandel dikatakan telah menjadi sumber masalah jika telah menjadi sarang kuman yang menyebabkan infeksi berulang. Ini mirip dengan kondisi perang ketika benteng pertahanan telah dikuasai lawan dan menjadi markas mereka. Maka, pada saat itu, tak ada pilihan lain, benteng harus diserang.



Dalam kondisi sehat, amandel berfungsi menjadi penangkal infeksi. Tapi jika terlalu sering kena infeksi, ia bisa menjadi sarang kuman yang menyebabkan infeksi berulang. Ini bisa dilihat dari seberapa sering pasien menderita infeksi. Jika dalam setahun ia sampai mengalami 5 atau 6 kali infeksi tenggorok parah, berarti memang amandel telah berubah menjadi sumber penyakit.



Kalau si anak langganan infeksi tenggorok parah tiap dua bulan sekali atau bahkan tiap bulan, itu berarti memang telah ada indikasi operasi. Jika kondisi ini dibiarkan saja, pengaruh infeksi bisa menyebar sampai ke organ lain, seperti jantung dan ginjal. Jika pembesaran amandel terjadi bukan karena infeksi yang berulang, maka itu belum merupakan alasan untuk operasi.



Tindakan operasi juga perlu diambil jika amandel membengkak terlalu besar sampai menyumbat saluran napas. Apalagi jika adenoid juga membesar. Kalau tidak dioperasi, sumbatan ini akan menyebabkan anak mengalami kesulitan bernapas dan dikhawatirkan terjadi obstructive sleep apnea(henti napas saat tidur).



Operasi juga direkomendasikan kalau pasien mengalami infeksi telinga tengah yang berulang, infeksi rongga hidung yang kronis, atau radang tenggorok kronis yang disertai dengan napas bau.



Menentukan batas antara perlu tidaknya operasi ini merupakan tahap yang sangat kritis. Jika dokter kurang cermat, bisa saja ia menyarankan operasi padahal sebetulnya tidak perlu. Karena itu Jenny menandaskan perlunya dokter menentukan indikasi operasi ini dengan cermat. Yang lebih menentukan di sini memang pihak dokter. Tapi, seperti biasa, pasien selalu punya hak memperoleh pendapat dokter kedua.



Sekalipun setelah sembuh amandel tetap tampak lebih besar dari ukuran normal, itu tetap bukan indikasi operasi. Pada saat anak tumbuh dewasa, rongga mulut dan tenggorok akan membesar seiring dengan bertambahnya usia sehingga amandel tampak mengecil. 
Pada usia 12 tahun, fungsi amandel sebagai benteng pertahanan sudah mulai digantikan oleh sistem imunitas lain (meskipun orang dewasa juga tetap bisa kena radang amandel).



Karena kritisnya masalah operasi ini, tahap yang paling genting adalah ketika dokter menentukan ada tidaknya indikasi operasi. Setiap dokter punya tingkat kejelian yang berbeda. Kalau dokter kurang cermat dan buru-buru menganjurkan operasi, si anak harus kehilangan sesuatu yang sebetulnya tidak perlu terjadi.



Tak jarang sebagian orangtua bersikukuh tidak mau amandel anaknya dioperasi padahal sebetulnya tindakan ini diperlukan. Bahkan, ada pula orangtua pasien yang suuzon dan menganggap dokter hanya mencari keuntungan materi ketika menawarkan pilihan operasi.



Seperti tindakan medis lainnya, pengangkatan amandel dilakukan dengan menimbang risiko dan manfaatnya. Jika amandel tidak diangkat (padahal sudah ada indikasi operasi), pasien bisa mengalami komplikasi yang lebih serius. Amandel bisa menjadi sumber infeksi. Bukan hanya infeksi setempat di tenggorok saja, tapi juga bisa menjalar ke jantung dan ginjal.



Jadi, ada saat amandel harus tetap dipertahankan. Tapi ada saatnya pula amandel terpaksa harus diangkat. Alasannya semata-mata karena risiko dan manfaat.



Karena adanya risiko sakit amandel menjadi alasan operasi, Jenny menegaskan agar orangtua tidak meremehkan radang tenggorok pada anak. Radang tenggorok berpotensi menjadi penyakit langganan kalau pengobatannya "tidak adekuat" (ini istilah di kalangan dokter yang artinya "tidak tuntas"). Pengobatan tidak tuntas bisa disebabkan, misalnya, oleh pemilihan antibiotik yang tidak tepat.



Itu sebabnya orangtua tidak dianjurkan melakukan pengobatan sendiri, misalnya dengan memberikan antibiotik yang pernah diminum anak pada saat sakit sebelumnya (meskipun pada saat itu infeksi sembuh). Kalau sekadar memberikan obat kumur atau obat isap, itu tidak apa-apa. Tapi kalau urusannya sudah menyangkut antibiotik, orangtua harus menyerahkan urusan ini kepada dokter.



Lalu, kapan orangtua harus membawa anaknya ke dokter? Patokannya sederhana, yaitu kalau radang sudah disertai demam dan nyeri tenggorok, terutama saat menelan. Dua gejala ini adalah pertanda bahwa radang disebabkan oleh infeksi. Mayo Clinic memberi panduan yang lebih rinci. Pasien perlu segera ke dokter jika radang tenggorok tidak hilang dalam 48 jam, demam di atas 39oC, dan nyeri saat menelan.



Menurut panduan Mayo Clinic, tindakan operasi perlu diambil jika si anak mengalami infeksi tenggorok parah:

  • Setidaknya 7 kali dalam setahun
  • Atau, setidaknya 5 kali setahun, dalam rentang 2 tahun
  • Atau, setidaknya 3 kali setahun, dalam rentang 3 tahun
Kalau pasien datang ke dokter lebih dini, infeksi bisa segera diobati sebelum menjadi lebih parah. Dengan pengobatan lebih dini, radang amandel diharapkan tidak berkembang menjadi kronis dan bolak-balik kambuh. Dengan begitu, risiko pengangkatan amandel juga bisa diminimalkan.


Setelah pasien sembuh, ia harus menjaga agar penyakitnya tidak kambuh. Caranya, tentu saja dengan menjaga daya tahan tubuhnya karena memang infeksi ini sangat ditentukan oleh ketahanan tubuh. Anak harus makan gizi seimbang, cukup istirahat, juga cukup aktivitas fisik, menjaga higiene (kebersihan), menghindari ketularan teman yang kena infeksi, tidak main hujan-hujan, dan sebangsanya.



Orangtua harus memastikan anaknya menghindari makanan atau minuman yang bisa memicu iritasi tenggorok. Anak-anak tertentu punya tenggorok yang sensitif terhadap es, makanan-minuman yang dingin, atau makanan yang manis seperti cokelat. Jika jenis makanan ini sudah diketahui bisa menyebabkan iritasi tenggorok, orangtua harus menjauhkannya dari si anak. Lebih baik kelihatan sedikit galak daripada membiarkan anak berurusan dengan pisau bedah.

(Sumber: Intisari)
 

PESAN DISINI

Hubungi: GUS EKA
telp: 082 339 449 256
sms: 085 738 133 505

Blogroll

<Nama Anda disini><daerah jangkauan anda>
<No Telp/HP yang bisa dihubungi><website (jika ada)>

Most Reading